NGO WVI KEFAMENANU
MENDIDIK MASYARAKAT AGAR MEMPEROLEH HAK YANG LAYAK DALAM KESEHATAN
Kehadiran NGO ( Non Goverment Organisation ) di TTU membawa dampak yang positif bagi kemajuan masyarakat dalam bidang kesehatan. Seperti yang telah di lakukan selama ini dengan dua kecamatan yang menjadi pilot profjek dalam sebuah kegiatan yaitu Kecamatan Insana Tengah dua desa yaitu desa Maubesi dan desa Letmafo, dan Kecamatan Bikomi Tengah desa Nimasi, Oenenu dan desa Oenino.
Kegiatan ini telah di lakukan pada akhir tahun 2011, melalui tiga tahapan Suara dan Aksi Warga Negara.
1. Memampukan keterlibatan Warga Negara
2. Keterlibatan melalui pertemuan masyarakat
3.Meningkatkan layanan dan mempengaruhi kebijakan.
dari 3 langka kegiatan ini puncaknya pada pertemuan yang di lakukan di Aula Restoran Litani, setelah kader melakukan kegiatan Pendidikan warga, pertemuan berkaitan dengan kebijakan pelayanan publik yang melibatkan Puskesmas Maubesi dan Puskesmas Nimasi, kemudian di lanjutkan dengan penilaian standart.
Sesungguhnya apa yang terjadi pada pertemuan yang di lakukan pada Rabu 24 Juli 2013, merupakan sebuah masukan yang tak ternilai harganya bagi penyedia layanan publik.
Teori Exyt dan Voice :Manajemen Pelayanan" Raminto dan Atik Septi Winarsih,cetakan IX 2012.
Teori exyt, masyarakat sebagai demand side dalam menerima pelayanan, apabila tidak bermutu maka pengguna layanan dapat mencari pengganti Suply side yang lain, sesungguhnya karena memang hak masyarakat adalah menerima pelayanan yang baik, bermutu, transparansi. sedangkan teori voice masyarakat diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk menyampaikan keluhan-keluhan yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Pertemuan di awali presentase hasil penilaian oleh kader sahabat dari Maubesi, Letmafo, Oenenu, Nimasi dan Oenino.Kemudian di lanjutkan dengan tanggapan dari penyedia layanan publik seperti Camat Bikomi Tengah, Kepala Puskesmas Maubesi dan Puskesmas Nimasi
Sesungguhya ini bukanlah sebuah kritikan, namun sesungguhnya merupakan sebuah proses komunikasi yang perlu di cerna dengan kepala dingin dan akal sehat. Maka di harapkan penyedia layanan agar dapat mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi, kinerja pelayanan: Strategi pelayanan, berorentasi pada pelanggan, komitmen manajemen, perumusan tujuan organisasi, standarisasi tugas, kepaduan tim, kejelasan peran, konflik peran.
Pada pertemuan tatap muka sehari dapat di simpulkan bawah dalam melakukan sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang pada tatanan masyarakat (Kegiatan Posyandu) harus ada dukungan sektor lain, pemerintah desa, kecamatan, sektor tehnis, melakukan pekerjaan sesuai standar, keberadaan petugas pada fasilitas pekerjan yang menjadi tanggungjawabnya. Keterbukaan dalam memberikan pelayanan,serta peningkatan mutuh kader kesehatan.
Kader sahabat dari Maubesi sedang menyusun rencana tindak lanjut,
Kader Sahabat desa Letmafo, bersama kepala desa, Ketua TP PKK desa, dan TPG Puskesmas Maubesi sedang menyusun rencana aksi
Peserta pertemuan
Manajer NGO WVI pa Josep di dampingi Camat Bikomi tengah, Kepala Puskesmas Maubesi dan Kepala Puskesmas Nimasi, pada saat memberikan tanggapan pada hasil penilaian standar dari kader sahabat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar